Perkembangan Uji Sondir

Perkembangan Uji Sondir
Perkembangan uji sondir amat pesat dibandingkan uji lapangan yang lain terutama dengan diperolehnya cukup banyak data untuk penurunan hubungan empiric dan digunakannya sondir listrik/elektronik yang memungkinkan penambahan sensor di ujungnya. Perkembangan yang dimaksud bukan saja dalam peralatan dan sensor tetapi juga perkembangan fasilitas yang dapat membantu interpretasi, teori, database dan lain-lain.

6.1 Sel Kalibrasi

Korelasi empirik untuk tanah kohesif relatif mudah diperoleh, karena pada uji sondir,pengambilan sampel dimungkinkan untuk uji laboratorium. Namun demikian lain halnya dengan tanah pasiran dimana pengambilan sampel tak terganggu sulit dilakukan. Penggunaan sel kalibrasi telah memungkinkan pengembangan hubungan empiric uji sondir dengan parameter tanah.

Prinsip sel kalibrasi adalah bahwa sampel tanah pasir dapat dibuat dalam sebuah sel besar (untuk menghindari efek batas) secara homogeny dan dapat diduplikasi di laboratorium. Pada kondisi yang sama (kepadatan, cara pembentukan, tegangan keliling) sampel ini dapat diuji dengan sondir dan juga diperoleh sifat teknisnya. Penentuan secara akurat derajat kepadatan tanah pasir di sel kalibrasi dan pemberian tegangan keliling yang dapat dikontrol menghilangkan keraguan terhadap ketidakpastian yang semula ditemui di lapangan.

Banyak sel kalibrasi dikembangkan untuk penelitian ini diantaranya di Australia (Road Construction Authority, J.C Holden, 1969), University of Florida, USA (Schmertmann), Monash University, Italian Electricity Board (ENEL), Norwegian Geotechnical Institute (NGI), University of California Berkeley, USA, (Villet, 1981, Huntsman, 1985) , University of Calgary (Been & Jefferies), dan Virginia Polytechnic Institute and State University, USA (Sweeney dan Eid, 1987, Rahardjo,1989). Masing-masing mempunyai ukuran dan kondisi batas yang berbeda.

Sel kalibrasi di Virginia Tech ditunjukan oleh gambar 5.1 yang mempunyai ukuran sampel dengan diameter 1.5 m dan tinggi 1.5 m. Pada sel ini dapat diberikan tegangan keliling dan tegangan vertical secara independen. Karena ukurannya yang relatif besar maka sel kalibrasi ini dapat untuk menguji secara multiple bila digunakan sondir mini. Contoh hasil uji dari sel kalibrasi diberikan pada gambar 6.1. Banyak koralasi dihasilkan dengan sel kalibrasi ini.

6.2 Seismic Cone

Seismic Cone dikembangkan di University of British Columbia (Campanella el al., 1986), merupakan kombinasi antara piezocone dengan mini seismometer. Pengukuran qc, fs, dan delta u dapat dilengkapi dengan pengukuran kecepatan gelombang geser yang umumnya dilakukan tiap interval 1.0 m. Sebagai sumber gelombang digunakan sebuah hammer. Kecepatan geser yang diperoleh dapat dikorelasikan dengan modulus geser tanah dengan persamaan:

G = pVs2

Hasil Uji tipikal pengukuran kecepatan rambat gelombang geser dengan seismic cone ditunjukan pada gambar 6.5 dan gambar 6.6

6.3 Cone Pressuremeter

Cone pressuremeter adalah gabungan uji sondir dengan uji pressuremeter. Di belakang konus ditempatkan pressuremeter (push in) yang dapat dilaksanakan pada kedalaman yang diinginkan. Karena pada saat instalasi dimulai dengan desakan, maka besarnya tegangan lift off adalah lebih besar daripada tegangan horizontal.

6.4 State Parameter

Penggunaan state parameter sebagai indikator baru untuk menyatakan kondisi kepadatan tanah pasir semakin popular (Been & Jefferies, 1985, Rahardjo, 1990) karena parameter ini memberikan korelasi yang unik dengan karakteristik kuat geser dan perilaku tanah.Konsep State Parameter dimulai dengan dicapainya Steady State Line (SSL) yang merupakan tempat kedudukan dari posisi tanah dalam ruang void ratio dan tegangan efektif rata-rata. SSL merupakan sifat unik tanah dimana tanah mengalir dalam kondisi tegangan efektif dan volume yang konstan (Poulos, 1985). Pengertian ini kemudian diterapkan untuk menentukan posisi relative tanah (pasir) yang dipengaruhi oleh kepadatannya (void ratio) dan tegangan kelilingnya.

Tanah pasir dikatakan padat atau lepas tergantung posisinya terhadap SSL. Uji sondir telah memungkinkan penentuan state parameter dari tanah pasir (Been & Jefferies, 1986) maupun pada tanah pasir lanauan (Rahardjo, 1989). Gb. 6.11 memberikan contoh korelasi state parameter dengan tahanan di ujung sondir.Tanah pasir dikatakan padat atau lepas tergantung posisinya terhadap SSL. Uji sondir telah memungkinkan penentuan state parameter dari tanah pasir (Been & Jefferies, 1986) maupun pada tanah pasir lanauan (Rahardjo, 1989). Gb. 6.11 memberikan contoh korelasi state parameter dengan tahanan di ujung sondir.

Share